Tuesday, 21 October 2008
Panitia Kegiatan Pernikahan
Penginapan
Jauh-jauh hari kami sudah membooking tempat penginapan. Hal-hal yang menjadi konsern kami: jumlah kamar, tipe kamar yang sesuai, lokasi penginapan, fasilitas (welcome tea, sarapan per kamar) serta harga, waktu checkin (kamar benar-benar siap dimasukin walaupun sebelumnya ada tamu yang menggunakannya) dan maksimum waktu check-out (perkiraan apakah sehabis acara bisa kembali ke penginapan ung ntuk ganti baju atau langsung nantinya checkout ketika berangkat ke lokasi pernikahan), extra bed.
Konsumsi tamu
Rombongan yang kami tangani kala itu dateng siang hari H-1 dan pulang pada hari H. Kami diminta menyiapkan konsumsi untuk makan malam. Kami memesan nasi kotak lengkap dengan lauknya berdasarkan jumlah peserta rombongan dan kami memesan agar pk 16 sudah siap diambil. Tetapi realitanya kami mengambilnya pk 17 dan baru kami antar konsumsi tersebut pada pk 18.
Makan pagi kami percayakan ke penginapan walaupun kami harus menambah porsi sendiri dari yang disediakan gratis oleh pihak penginapan.
Konsumsi bekal perjalanan pulang kami pesankan makanan yang praktis untuk dimakan dan tidak cepat basi. Kami memesan masakan padang dengan menu rendang, perkedel, sayur (daun singkong), kuah yang dibungkus plastik, krupuk udang. Karena acara pernikahan dijadwalkan selesai pk 13, kami memesan agar siap diambil pk 10. Kami mengambilnya pk 12 dan kemudian kami berikan ke kendaraan rombongan.
Kedatangan rombongan menuju penginapan
Kita sebagai yang akan menyambut rombongan harusnya sudah bertukar nomor telpon sehingga memudahkan komunikasi.
Agar rombongan tidak tersesat kita sebaiknya memberikan informasi lengkap terkait tempat penginapan serta nama pemesan penginapan kepada ketua/pic rombongan.
Kami kemaren melakukan penjemputan rombongan di tempat yang memang sudah dikenal oleh salah satu rombongan untuk kemudian kami antar ke penginapan.
Keberangkatan menuju lokasi pernikahan
Persiapkan rute perjalanan dari penginapan/tempat pemberangkatan menuju lokasi. Sehingga kita bisa sampai di lokasi tepat pada waktunya dan jika kita konvoi maka pilih jalur yang tidak terlalu padat sehingga bisa jalan berurutan. Pastikan sudah bertukar nomor telpon untuk masing-masing kendaraan sehingga mempermudah komunikasi.
Tips untuk pihak penyelenggara acara pernikahan: lakukan penjemputan kepada rombongan tamu sehingga bisa dipastikan lebih ontime dan bisa lebih efisien sampai ke lokasi.
Persiapan lainnya
Kendaraan operasioanl: pengecekan rutin sehingga bisa dalam keadaan prima (ban, minyak2, wiper, aki).
Kamera: baterai, baterai cadangan bisa dipastikan dalam keadaan full; memory dalam keadaan kosong sehingga mampu menampung image lebih banyak; settingan kamera (ukuran/resolusi)
Handycam: kaset/kaset cadangan, setting memory, baterai/baterai cadangan dalam keadaan full.
Alat-alat untuk menghias - seserahan: kertas mas, gunting, spidol, pensil, ballpoint, ballpoint untuk calon pengantin, gunting, silotip, double tape, cutter, benang, jarum, penggaris.
Informasi bengkel yang buka dan terjangkau dari area lokasi pernikahan/penginapan Informasi rumah sakit/klinik/apotek yang buka dan terjangkau dari area lokasi pernikahan/penginapan.Beberapa hari lampau kami menjadi seksi sibuk kegiatan pernikahan tetapi hanya dalam hal urusan transit sebelum acara pernikahan. Walau hanya mengurusi penginapan dan konsumsi ketika diluar acara pernikan, ternyata juga memerlukan persiapan yang tidak sedikit dan perlu banyak koordinasi yaitu dengan pihak rombongan dan pihak panitia pernikahan.
Penginapan
Jauh-jauh hari kami sudah membooking tempat penginapan. Hal-hal yang menjadi konsern kami: jumlah kamar, tipe kamar yang sesuai, lokasi penginapan, fasilitas (welcome tea, sarapan per kamar) serta harga, waktu checkin (kamar benar-benar siap dimasukin walaupun sebelumnya ada tamu yang menggunakannya) dan maksimum waktu check-out (perkiraan apakah sehabis acara bisa kembali ke penginapan ung ntuk ganti baju atau langsung nantinya checkout ketika berangkat ke lokasi pernikahan), extra bed.
Konsumsi tamu
Rombongan yang kami tangani kala itu dateng siang hari H-1 dan pulang pada hari H. Kami diminta menyiapkan konsumsi untuk makan malam. Kami memesan nasi kotak lengkap dengan lauknya berdasarkan jumlah peserta rombongan dan kami memesan agar pk 16 sudah siap diambil. Tetapi realitanya kami mengambilnya pk 17 dan baru kami antar konsumsi tersebut pada pk 18.
Makan pagi kami percayakan ke penginapan walaupun kami harus menambah porsi sendiri dari yang disediakan gratis oleh pihak penginapan.
Konsumsi bekal perjalanan pulang kami pesankan makanan yang praktis untuk dimakan dan tidak cepat basi. Kami memesan masakan padang dengan menu rendang, perkedel, sayur (daun singkong), kuah yang dibungkus plastik, krupuk udang. Karena acara pernikahan dijadwalkan selesai pk 13, kami memesan agar siap diambil pk 10. Kami mengambilnya pk 12 dan kemudian kami berikan ke kendaraan rombongan.
Kedatangan rombongan menuju penginapan
Kita sebagai yang akan menyambut rombongan harusnya sudah bertukar nomor telpon sehingga memudahkan komunikasi.
Agar rombongan tidak tersesat kita sebaiknya memberikan informasi lengkap terkait tempat penginapan serta nama pemesan penginapan kepada ketua/pic rombongan.
Kami kemaren melakukan penjemputan rombongan di tempat yang memang sudah dikenal oleh salah satu rombongan untuk kemudian kami antar ke penginapan.
Keberangkatan menuju lokasi pernikahan
Persiapkan rute perjalanan dari penginapan/tempat pemberangkatan menuju lokasi. Sehingga kita bisa sampai di lokasi tepat pada waktunya dan jika kita konvoi maka pilih jalur yang tidak terlalu padat sehingga bisa jalan berurutan. Pastikan sudah bertukar nomor telpon untuk masing-masing kendaraan sehingga mempermudah komunikasi.
Tips untuk pihak penyelenggara acara pernikahan: lakukan penjemputan kepada rombongan tamu sehingga bisa dipastikan lebih ontime dan bisa lebih efisien sampai ke lokasi.
Persiapan lainnya
Kendaraan operasioanl: pengecekan rutin sehingga bisa dalam keadaan prima (ban, minyak2, wiper, aki).
Kamera: baterai, baterai cadangan bisa dipastikan dalam keadaan full; memory dalam keadaan kosong sehingga mampu menampung image lebih banyak; settingan kamera (ukuran/resolusi)
Handycam: kaset/kaset cadangan, setting memory, baterai/baterai cadangan dalam keadaan full.
Alat-alat untuk menghias - seserahan: kertas mas, gunting, spidol, pensil, ballpoint, ballpoint untuk calon pengantin, gunting, silotip, double tape, cutter, benang, jarum, penggaris.
Informasi bengkel yang buka dan terjangkau dari area lokasi pernikahan/penginapan Informasi rumah sakit/klinik/apotek yang buka dan terjangkau dari area lokasi pernikahan/penginapan. Baca selengkapnya denYoga 's Perspektif
Monday, 6 October 2008
Sego Abang - Barat Jembatan Jirak Semanu
Masuk warung langsung cari tempat duduk, jangan kaget kalo disana selalu rame. Panggil pelayan untuk membersihkan bekas makan orang dan sekalian pesan minum. Menu akan dihidangkan (spt di rm padang) oleh para pelayan yang jumlahnya hanya empat orang. Menu yang disajikan meliputi sego abang (nasi merah) yg disajikan dalam ceting, sayur tempe lombok, ikan wader goreng, belalang goreng, baceman iso babat, baceman daging, sayur godhong telo, trancam, sambel di cobek kecil. Untuk minuman teh panas disajikan dalam poci keramik tetapi untuk yang lain di gelas biasa. Semua minuman menggunakan gula batu.
TipsBaca selengkapnya denYoga 's Perspektif
- Cari tempat lesehan deket dengan kasir, biar kalo butuh apa2 bisa tinggal panggil or langsung teriak (kita gak bisa berharap dilayani tp kita harus proaktif)
- Jangan lupa pesan nasi merahnya yang panas/anget biar lebih enak.
- Tanyakan: '1 ceting nasi bisa utk brp orang', dan kalo masih dirasa kurang beli lagi.
- Lauk yang potongan (daging, babat, dll.), usahakan habiskan 1 piring dulu karena itungannya per piring. tp kalo wader tergantung yang kita makan (kita makan setengah ya ntar akan dihargai setengah lebih dikit)
- Silahkan coba menu: nasi merah anget, sayur tempe lombok, belalang goreng, wader goreng dan baceman iso babat.
- Gunakan basa jawa agar tidak terlalu seperti turis, krn ada yang bilang harganya tergantung orang yang beli. Tapi puas deh krn rasanya enak.
Mudik 1429 H - 2008 M
hari I, minggu
Berangkat pk 02.30, sahur dijalan. Subuhan di mantingan. Lewat Bojonegoro jalannya jelek dan sedang diperbaiki. Di rumah depan, sudah ada Jepara.
Hari II, senin
Pandaan & Muntilan dateng. Sehabis tarawihan, kami bersama Muntilan, Pandaan, Surabaya jajan sate kambing Samiin - depan Indomaret Pasar. Daging kambingnya tidak dibakar sampai kering, dagingnya sangat terasa, walaupun di tiap tusuknya ada gajihnya. Satu porsi ada 10 tusuk.
Hari III, selasa
Sehabis jamaah subuh, kami blanja ikan di pasar - gresik. Kami berburu ikan yang tidak terjual di pelelangan ikan pada pk3. Harganya akan lebih murah a.l.: Bandeng 1kg=Rp. 50rb. Kami beli bandeng, kakap, udang. Sepulang dari blanja ikan di Gresik, saya ke rumah kauman dan disana aku lebih sering ketiduran. Padahal bini sedang sibuk mengolahnya jd otak-otak, dkk. Huh satu peristiwa dapur yg langka aku lewatkan begitu saja.
Sore pk16 kami ke Bungurasih tepatnya ke terminal purabaya, njemput om Bangil kemudian sekalian makan di Tunjungan Plaza (TP). Krn jalanan relatif sepi, waktu tempuh rumah-Bungur sekitar 70 menit. Kami makan di foodcourt-nya TP: Seafood Ramen & Seafood Steamboat.
Hari IV, rabu
Kegiatan pada hari ini kami Sholat Ied, ke makam, sungkeman dengan ibu dan saudara, makan sembari menerima tamu yang datang silaturohmi. Selesai makan, kami berkunjung ke sanak saudara yang rumahnya memang saling berdekatan. Fyuf ada sekitar 12 rumah yang berhasil kami kunjungi.
Siangnya kami baru silaturohmi ke luar kota.
Hari V, kamis
Hari ini agendanya adalah mengikuti halal bihalal Bani yaitu buyut dari istriku. Di acara ini dilakukan pendataan anggota keluarga, yang nantinya bisa untuk melengkapi data di buku silsilah keluarga.
Hari VI, jumat
istirahat
Hari VII, sabtu
Balik ke Jogja. Baca selengkapnya denYoga 's Perspektif
Persiapan Mudik 1429 H - 2008
Persiapan bidang transportasi yang kami lakukan ganti oli mesin (emang dah jatuh tempo), full-in air radiator + cadangan, air accu + cadangan, dongkrak lengkap dengan pengungkitnya, segitiga pengaman, air putih bersih untuk cuci-cuci tangan.
Bidang kesehatan: obat-obatan dan alat pijat, kacamata cadangan.
Dalam hal pakaian ada yang khusus: baju koko, sarung, kupluk, dan pakaian lainnya.
Untuk urusan konsumsi, kami ada yang mungkin berbeda dengan para pemudik lainnya, yaitu kami menyiapkan makanan untuk sahur karena kami akan sahur secara mobile. Konsumsi yang laen snack chitato, mie instan, coffemix serta sprite. Baca selengkapnya denYoga 's Perspektif
Thursday, 25 September 2008
Dinas di Ende-Flores
Rencana rute perjalanan yang akan ditempuh: Jogja-Denpasar, menginap, Denpasar-Ende. Sekitar pk 19.15 WIB, pesawat Mandala yang kami tumpangi takeoff menuju Denpasar. Tiba di Bandara Ngurah Rai, Denpasar pk 21.15 WITA. Tak lama menunggu, layanan antar jemput penginapan datang menjemput kami. Malem itu kami menginap di hotel Nusantara, yang hanya berjarak 7 menit dr bandara.
hari II
Pk 9.00 WITA kami berangkat menuju Ende-Flores menggunakan pesawat baling-baling (pesawat ukuran kecil), dengan estimasi waktu tempuh 120 menit. Ada suasana yang berbeda, yaitu kami tidak mendapatkan no kursi, shg kita bebas memilih tempat duduk yang kita inginkan dan tentu saja siapa cepat dia dapet (kalo dah penuh gimana ya, masak gelantungan di pintu.....). Dalam perjalanan kali ini kami mendapatkan snack, lumayan. Pk 11.30 WIT kami mendarat di bandara Ende, yang letaknya dipinggir laut. Bandaranya kecil, seperti sebuah terminal ajah di jawa.
hari III
(update 2012.03.06)
setelah urusan kantor untuk hari itu selesai. sore harinya kami diajak ke pantai, yang berjarak setengah jam berkendaraan. pantainya masih bisa dikatakan perawan. yang menarik dari pantai ini adalah bebatuannya yang berwarna-warni dan saya belum pernah menemui hal ini di tempat lain di Indonesia. Sebelum pulang saya, sempatkan membawa sekitar 5 buah batu warna.
hari IV
yang menarik di hari ke4 ini, tentu saja, jalan-jalan lagi, hehehe. kami diajak jalan-jalan ke kota dan sebelumnya mampir ke tempat pengasingan (?) Bung Karno.
Selanjutnya juga kami ke kota sekalian berbelanja oleh-oleh. Pengen beli kain tetapi ternyata mahal >500rb an, so akhirnya saya hanya beli dompet saja untuk oleh-oleh keluarga.
Sungguh pengalaman yang menarik dan bisa diceritaiin, Gue dah pernah loh ke Ende ^_^. Sebenernya masih pengen ngoleksi batu-batu warna yang disana, hufff; kebetulan juga sekarang batu-batu yang dulu kubawa hanya tinggal 1 biji, entah yang lain nyelip keman.
Baca selengkapnya denYoga 's Perspektif
Shopping onderdil & travel bag
(Ibukota, 20.09.2008) Sabtu pagi, aku diajak babe shopping ke atrium senin lt 5 cari pernik2 utk si GC-B1991TM. Kata babe sih kalo mo butuh2 item (spare part, onderdil, aksesoris) utk mobil bisa ke Atrium Senin Lt. 5, kalo masih lum terpuaskan bisa ke pasarnya. Kita masih harus nawar, jangan sungkan2 mulai dr 1/2 harga. Berikut tips berbelanja item mobil: buat daftar barang (merk, tipe-tahun mobil) yg dibutuhkan, buat prioritas, survey harga di tempat tinggal anda, baru silahkan mulai berbelanja.
Kami berpisah disitu, trus aq lanjutkan perjalanan dg transjakarta ke pertokoan deket bunderan HI krn ada titipan brg blanjaan dr org rumah. Begitu sampe langsung ajah ke seibu dan gak pake kluyuran di GI yg segedhe gaban itu, maklum lagi puasa. Koleksi Delsey yg dulu pernah aq liat ternyata dah gak ada dan ternyata sudah keluar model baru yg meng-enhance model sebelumnya
fitur spesial yang membuat kami ingin membelinya: sangat ringan dan tahan gores (dr bahan polycarbonate)
Wednesday, 24 September 2008
Jalan ke Palembang - Sept 2008
Sekitar pk 14, kami tiba di bandara Sultan Mahmud Badarudin II - Palembang setelah menempuh perjalanan lebih kurang 60 menit: jakarta-palembang. Bandaranya masih kelihatan bersih (masih baru kali ya). Dari bandara langsung ke tempat client dan setelah itu baru kami ke penginapan. Kami menginap di Hotel Limas -, lumayan deket ke tempat beli oleh2 spt krupuk ikan (sebarang merk) dan 1 km dari PIM. Kek nya bisa langganan disitu. tarif bawah rp. 165rb. Kami ditraktir buka puasa di restoran Musi River Side (River Side Resto) yang didesain menyerupai kapal di pinggiran sungai dan sekaligus bisa menikmati keindahan Jembatan Ampera. Menu yang kami coba Ikan Pindang Patin dg kuah (rasanya manis, asin, pedas dan agak asam), Udang Satang (sebutan udang galah di Sumsel), sayur dan ada free kolak dan kurma. Habis itu kami diajak keliling kota palembang: jembatan ampera, daerah hulu, danau buatan yg th 2004 digunakan utk PON.
hari II: Selasa 16.09.2008
Hari ini kami tidak ada yang menjamu so harus buat agenda sendiri. Sekitar satu km dr penginapan ada mall PIM so kami cari makan disitu saja sekalian survey warung utk sahur besok serta blanja konsumsi sbg teman kerja malem. Hal baru yang kutemui di PIM adalah swalayan Ace hardware, maklum di kampung ku gak ada. PIM termasuk sepi, masih ada beberapa yg belum buka. dr PIM kami pindah ke sebrang, beli Pempek Pak Raden buat camilan.
hari III: Rabu 17.09.2008
Hari ini kami kembali dijamu makan gratis ke sate kambing Pak Pardi (khas Pati) di Jl. dr. M. Isa. Menu saya sate kambing dan gule, hikz lupa ngomong gak pake cabe. Sate kambing khas pati tuh pasti 10 tusuk, jd kuenyang poll. Habis makan kami diajak ke kantornya, dan ngeliat SAP. Ternyata SAP mainnya di additional function juga alias custome, tp fungsionalitas defaultnya tetap ada. SAP yg diimplementasiin disitu online langsung ke server di jkt. Setelah bosen ngobrol, trus kami diajak minum bandrek Ojo Lali (warung tenda) di Jl. Sudirman. Anget....
hari IV: Kamis 18.09.2008
Hari ini kami berbuka puasa sendiri, kami jalan ke IP yg jaraknya tidak sampe 1 km dr penginapan. disana spt pasar ajah, trus makan di KFC. Nikmatnya bisa minum cola, mak nyess...
hari V: Jumat 19.09.2008
Siang kami bisa pulang dr Palembang. Kami beli oleh2 pempek Pak Raden, pempeknya dah dibekukan shg bisa tahan maks. 2 hr di perjalanan - harga paling murah rp.60rb. Selain itu beli krupuk ikan. Di bandara baru tahu kalo kebanyakan org pada belinya: pempek Candy. tapi ya piye meneh.... Baca selengkapnya denYoga 's Perspektif