- nge-tap 2x/3x dengan jeda beberapa detik
- nge-tap berkali-kali secara beruntun, kemudian buka pintu
- nge-tap masuk, menutup pintu, nge-tap keluar, buka dan tutup pintu, ngetap masuk lagi
ada beberapa alasan sih yang mempengaruhi perilaku-perilaku 'unik' tersebut
- data presensi yang dianggap valid adalah yang ada di sistem, yang mana input dilakukan dengan cara nge-tap
- data presensi mempengaruhi tunjangan presensi
- data presensi mempengaruhi penilaian kinerja karyawan
Sebenarnya, yang diperlukan adalah kepastian serta prosedur bagaimana jika data tidak tersimpan sehingga tidak menimbulkan kepanikan yang menimbulkan tindakan-tindakan yang tidak rasional atau bahkan mungkin suatu salah paham yang mengarah ke sikap antipati.
