Friday, 5 July 2013

CheckIn dengan Kode Booking

Baru kali ini mengalami ke bandara tanpa bekal printout tiket. Travelling kali ini saya menggunakan Express Air, yang  kebetulan belum menyediakan fasilitas checkin online.

  • Pintu masuk ruang checkin: TIDAK HARUS dg printout

Di pintu masuk ke ruang cekin, melalui layar hp tunjukkan softcopy bukti booking/tiket yang diberi oleh agen travel, biasa ada informasi: nama, kode booking/pin, harga, serta kapan berangkatnya. softcopy bisa berupa file gambar (hasil scan atau kita foto dari hp) ataupun file format .pdf.

  • Checkin: HARUS dg printout
Setelah masuk, kita baiknya ke loket maskapai Express Air, untuk minta diprintkan, asumsi menunjukkan/menyebutkan kode bookingnya. Baru kemudian membawa printout tersebut ke loket checkin. kemudian checkin seperti biasanya.

Printout untuk kantor
Jika kita melakukan pembelian langsung di loket maskapain bandara, kita sebaiknya langsung minta printout rangkap dua. Printout yang pertama akan diambil oleh petugas checkin, sedangkan yang kedua bisa kita serahkan untuk urusan administrasi kantor.

So, jika memang tidak sempat, maka kita bisa mencetaknya di loket maskapai dengan bermodalkan kode booking dan identitas.

Selamat terbang ^_^ Baca selengkapnya denYoga 's Perspektif

Monday, 17 June 2013

Donor Darah itu Gaya Hidup yang Sehat

Bangga dan Puas dg Donor Darah

Beberapa bulan lalu saya benar-benar menikmati suatu sensasi baru, yaitu menjadi pendonor darah untuk pertama kali-nya. Ketika jarum suntik dicabut, beranjak dari pembaringan dan melangkah keluar ruangan donor, ada perasaan: bangga dan puas.
Bangga: gini-gini ternyata badan kita ini layak (sehat) untuk diambil darahnya.
Puas: mampu menyumbangkan darah yang kelak untuk saudara-saudara yang memang butuh sumbangan donor darah.
Untuk saya pribadi, walau sudah makan (nasi), beberapa saat setelah donor sempat merasa lemas sehingga saya pun paksakan untuk tidur. Di hari berikutnya lengan juga sempat terasa semacam pegel/linu gitu dan pengenya dilurusin ajah itu lengan.
Anyways, ketika melakukan donor darah yang ke 2, hal-hal negatif tadi sudah tidak saya rasakan.

Donor Darah itu Sehat

Di hari-hari berikutnya pun kita akan tersugestikan bahwa badan kita lebih sehat dari sebelumnya; Apalagi jika kita telah membaca tulisan seperti ini yang memjabarkan benefit donor darah.
Tulisan ini menyebutkan bisa untuk mengurangi resiko penyakit jantung ataupun kolesterol; bahkan di tulisan ini dikatakan bisa mengurangi berat badan.

Donor Darah menjadi Life Style

Donor darah yang terbukti banyak benefitnya ini seharusnya bisa menjadi trend life style baru. Semoga saya bisa membuatnya rutin berdonor darah 3 bulan sekali. So, bagaimana dengan kalian? Sebelum didonorin mari kita berdonor darah ^_^

Donor Darah bersama Tupperware Indonesia

Tempo hari menyempatkan untuk ikutan ajakan teman untuk berpartisipasi dalam event donor darah umum nya tupperware. Ternyata semua pendonor mendapatkan souvenir tupperware gratis, bahkan yang tidak lolos seleksi mendapatkannya walau beda item. Baca selengkapnya denYoga 's Perspektif

Saturday, 6 April 2013

Diskon malah Buntung

Suatu ketika saya mendapatkan sms promosi paket diskon dalam bertelepon. Yang menjadi pertanyaan, apa benar paket diskon tersebut menguntungkan, atau malah membuat buntung alias tidak untung? Jawaban-nya bisa menguntungkan dan bisa membuntungkan (hehehe, kosakata dari mana ini....). Yap, memang untung atau tidaknya tergantung dari konsumsi kita sehari-hari, dalam hal ini lama nya kita bertelpon dalam seminggu atau lebih.

Mari kita lihat tabel kalkulasi berikut ini.


Perhatikan kolom 'menit x hari' dan 'selisih', ternyata pembelian paket diskon, tidak menjamin bahwa pengeluaran kita akan lebih sedikit (hemat) dan bisa saja pengeluaran kita jadi semakin besar (boros).

Simpulan

Setiap ada penawaran diskon khususnya diskon oleh operator seluler, pastikan kita bisa mengukur konsumsi kita sendiri untuk kemudian dikalkulasi dan dilihat apakah akan bisa menjadi lebih hemat atau malah bikin boros. Baca selengkapnya denYoga 's Perspektif

Monday, 1 April 2013

Mie Ayam sepanjang jalan Pleret

Ternyata di sepanjang jalan Pleret tuh banyak warung yang menjual Mie Ayam. Terutama kalo kamu-kamu capek abis main Balong Water Park, mie ayam cukup lumayan untuk ganjel perut dan biasanya bisa dengan cepat disajikan. Beberapa testimoni dari warung-warung yang pernah kucicipin di sederatan jalan Pleret:

Bakso-Soto-Mie Ayam


Mie nya jenis mie kuning tipe besar, daging ayam nya terasa. Tersedia minuman juice buah. Warungnya longgar, mobil mo parkir juga mudah. Ada toilet dan ruang sholat utk 1 orang.
Makan mie ayam + minum teh manis masih terasa lapar.
Harga: mie ayam=5rb; Rating: 3/5: bisa diulang; Last visit: 2013.03

Bakso & Es Campur "ndeso"


Jenis mie kuningnya yang kecil seperti mie instan dan ada pangsit-nya. Daging ayamnya cukup terasa dan sayuran sawi juga tidak sedikit. Ada tv dan koran, pelayanannya cukup ramah dibandingkan yang lain: seorang bapak dan ibu yg berjilbab. Es buahnya cukup lengkap isinya: sawo, belimbing, guava, apel.

Mie ayam yang disajikan ke saya kok terasa kasinan. Es buahnya enak sih tapi buahnya seperti guava itu masih ada bijinya, jadi pas makan masih milih2 biji so agak males juga makannya dan masih terlihat bonggol buah apel juga gak dibuang.
Harga: mie ayam=5rb; es buah (ada duriannya juga)=3rb; es campur=3rb; Rating: 2/5: ngulang kalo pas pengen es buah nya ajah sih. Last visit: 2013.03

Bakso Ragil


Sebenernya ini warung bakso yang menjual mie ayam. Mie yang disajikan termasuk mie kuning tipe besar, potongan daging seukuran dadu, dan cukup mengenyangkan.
Lain-lain: es campur enak (rumput laut, cincau hitam, kolang kaling, buah).
Jika bawa mobil, parkirnya agak ribet terutama kalo lagi ada banyak motor.
Harga: 5rb; Rating: 3/5: My Top Choice at Jalan Pleret

Simpulan

Mie ayam bakso ragil masih jadi pilihan favorit apalagi ditambah dengan es campur nya. Baca selengkapnya denYoga 's Perspektif

Tuesday, 13 March 2012

Malas mencatat? Rekam ajah

Kadang kita mendengar percakapan seperti ini:
A: eh, itu kan pernah kita diskusikan di email, dah ada keputusan belum sih....
B: bukannya udah lama banget, email tahun lalu udah kuhapus....

Kejadian seperti ilustrasi diatas kadang kala terjadi di sekitar kita. Diskusi via email yang berakhir tanpa simpulan dan akhirnya tenggelam bahkan emailnya pun hilang atau yang mendiskusikan sudah keluar dari organisasi. Sampai suatu saat ada permasalahan itu muncul kembali atau generasi selanjutnya menjumpai permasalahan itu, maka akan terjadi lagi diskusi yang sama dan berawal dari nol kembali.
Hal itu tentu kurang efektif bagi organisasi, waktu dan pikiran akan terbuang untuk mendiskusikan suatu permasalahan yang relatif sama dan selalu mengulang dari awal.
Kegiatan yang sifatnya mengarah ke diskusi, sebaiknya kita komunikasikan melalui forum diskusi. Semua pembicaraan kita akan tetap tersimpan, sehingga walau sudah berselang waktu lama, kita masih bisa ikut berdiskusi.
Mungkin banyak orang malas menggunakan forum diskusi karena harus kita yang aktif, mulai mengetikkan alamat web forum diskusi, memilih topik dan memilih thread diskusi. Berbeda dengan email, ketika ada email masuk, yang ternyata adalah suatu bahan untuk didiskusikan, maka jika memang kita ingin berkomentar kita tinggal reply, dan jika tidak, ya sudah kita abaikan saja email itu.
Ada fasilitas kunci yang bisa membuat forum diskusi senyaman menggunakan email
  • monitoring to email:
ada fasilitas yang memfasilitasi kita untuk memilih topik mana yang ingin kita monitor, sehingga setiap ada thread baru atau comment di topik tersebut akan ada notifikasi ke kita via email lengkap dengan isinya.
  • post dan comment by email
ada fasilitas yang memungkinkan kita untuk memposting thread baru dan membuat comment melalui email.

Paling tidak dengan adanya dua fasilitas diatas, kita akan bisa berdiskusi tetap dengan menggunakan fasilitas email. Sekaligus kita juga bisa mendokumentasikan diskusi yang sudah kita lakukan. Baca selengkapnya denYoga 's Perspektif

Thursday, 1 March 2012

Menyiapkan Staf Baru di Hari Pertama

Pengalaman di hari pertama masuk kerja tentu saja membuat kita excited dan ingin segera bisa berkolaborasi dengan anggota tim lainnya. Tetapi terkadang ada juga yang menemui 'kesialan' seperti ilustrasi kejadian yang dialami oleh seorang Tester di hari pertama masuk kerja-nya:

'Web browser tidak bisa untuk membuka google.com ataupun url lainnya; aplikasi YM juga tidak bisa login; setelah dilakukan pengecekan konfigurasi jaringan, ternyata juga sudah terkonfigurasi dengan benar; melakukan instalasi aplikasi server xampp juga gagal dan membuka http://localhost juga tidak muncul; kemudian diminta untuk mempelajari file pdf yang berisi tutorial framework, tetapi ternyata belum ada pdf reader yang terinstall; akhirnya angkat-angkat mencoba dengan mengganti cpu lainnya yg ada, ternyata juga ada masalah juga. terpaksa deh, memakai pc staf lain yang kebetulan lagi dinas luar.....'
Beberapa konsekuensi yang bisa timbul dari kurang nya persiapan:
  • staf baru menjadi mundur dari target kesiapan untuk diberi assignment sesuai dg jobdesc
  • berpeluang mengganggu orang sekitarnya, karena terpaksa harus membantu mensolusikan masalahnya
  • mentor tidak bisa melakukan pekerjaan hariannya karena harus mendampingi di samping staf baru untuk memberikan tutorial atau informasi secara lisan secara berulang-ulang di setiap ada staf baru masuk
Beberapa harapan dari perspektif saya untuk seorang staf baru di hari pertamanya:
  • login ke komputer sesuai informasi yang telah diberikan
  • mengaktifkan instan messenging dan berkoordinasi disana
  • membaca dan mempraktekkan sesuai yang ada di dokumen petunjuk bagi staf baru
  • bisa siap diberi assignment sesuai target yang telah ditetapkan
Nah, sebenernya apa sih yang perlu dipersiapkan:
  • memastikan komputer dalam kondisi normal
  • software default telah terinstall
  • dokumen petunjuk untuk staf baru

Memastikan komputer dalam kondisi normal
  • Bersih dari virus (untuk yang M$)
  • Bisa melakukan copy data via port usb
  • Bisa mengakses ke web intranet dan internet; kecuali ada policy khusus terkait penggunaan internet
  • Bisa melakukan print dokumen
  • Bisa membuka file sharing dari komputer lain dan bisa share file untuk komputer lain
  • Telah siap untuk chatting; misalnya YM atau yang lainnya
Software default telah terinstall
Dengan demikian staf baru tidak perlu menghabiskan hari pertamanya untuk instal-instal software Office, Firefox, atau bahkan Apache. Staf baru bisa langsung menggunakan software tersebut misalnya untuk chatting, membaca file pdf tutorial. Jika memang software yang ada dirasa kurang nyaman, bisa diganti dengan yang biasanya digunakan olehnya, misalnya software text editor, dll.
Jika software seperti apache, php, database sudah diinstal, maka selanjutnya staf baru tersebut bisa melakukan konfigurasi sendiri; sekalian untuk latihan melakukan konfigurasi apache dan php. Perusahaan perlu membuat daftar software-software default lengkap dengan dokumentasinya, misalnya: lokasi instalasi apache dan php ada folder mana, dll.

Dokumen petunjuk untuk staf baru
Agar staf baru mengerti apa saja yang perlu dilakukan terutama di hari-hari pertama, maka perusahaan perlu membuat guidence yang berisi informasi serta todolist yang perlu dilakukan sebelum dinyatakan siap untuk diberi assignment.
  • Informasi account: account email, login komputer, hak akses wifi
  • Kontak penting: informasi email, no handphone, id ym, id jabber milik supervisi serta orang penting lainnya yang perlu dikontak jika ada masalah selama masa inisiasi.
  • Tutorial todolist; misalnya: tutorial setting software email client, chat software, apache dan php, dll.

Harapannya dengan ada nya penyiapan yang baik serta dokumen panduan untuk staf baru maka setiap ada staf baru yang masuk di hari pertama nya akan efektif dan bisa mulai bekerja sesuai dengan guidance yang diinginkan oleh perusahaan, Semakin jelas penjelasan dalam dokumen tersebut tentunya akan semakin auto run dan tidak perlu ada mentor yang duduk seharian disamping staf baru.
Baca selengkapnya denYoga 's Perspektif

Friday, 27 January 2012

Virtual Storage

Kadang kala ada percakapan spt dibawah ini:
Programmer: saya mo minta file template rekap lembur
HRD: loh, dulu kan pernah kukirim
Programmer: wah, yang itu kusimpan di notebook, dan sekarang notebuknya rusak
HRD: makanya jangan disimpan di notebuk
Programmer: trus dimana
HRD: hm.... entahlah
Di kantor kami menggunakan mailserver Zimbra. Sesudah login, kita akan menjumpai beberapa fasilitas yang ternyata tidak hanya utk keperluan tulis dan baca email, a.n.: calendar, task, briefcase.

Fitur 'Briefcase' inilah yang biasanya kugunakan untuk menyimpan file-file yang sifatnya acuan/template dan file ini kurang berhubungan dg jobdesk sehari-hari. Misalnya saja: file template rekap lembur, template desain presentasi, dll. Dengan menyimpan file di Briefcase yang notabene bisa difungsikan sebagai 'virtual storage', maka kita tidak perlu takut filenya hilang. Selain untuk kebutuhan pribadi, kita sebagai supervisi, bisa saja meminta anggota tim kita untuk memanfaatkan Briefcase terutama untuk file-file yang berisi informasi yang perlu didistribusikan orang-orang tertentu, dg demikian kita bisa memastikan bahwa file penting tersebut tidak akan hilang. Baca selengkapnya denYoga 's Perspektif

Kata Kunci

Adventure (40) inspirasi (23) manajemen (12) teknologi (11) Collection (7) automotif (6) movie (6) tips (5) Fun (4) tutorial (4) financial (3) kuliner (1)